Buruh pabrik yang bekerja full shift dengan gaji yang hanya cukup untuk membiayai hidup mereka dan tidak untuk menaikkan taraf hidup. Mekanisme pasar murni berjalan bak tak kenal kemanusiaan, yang ada hanya logika bisnis dimana pemilik modal mempunyai hak penuh atas ekspansi bisnisnya. Apakah ungkapan diatas dianggap layak? sepantasnya atau memang berlebihan? Status sosial terlihat semakin semakin tajam perbedaannya. Walaupun katanya krisis keuangan namun produksi mobil mewah tetap saja habis terjual.
Dalam banyak kasus, kita melihat negara-negara demokrasi justru menjadi lahan subur Multinational Companies (MNCs). Sehingga intervensi pemerintah yang memuluskan persaingan tidak sehat sehingga menstimulus monopolistik dan pemanfaatan lahan umum seolah menjadi stabilisasi. Padahal logika yang bisa dibangun atas relasi pengusaha dan kekuasaan di negara demokrasi terlihat begitu erat.
Parameter-parameter seperti penghitungan Gross National Product (GNP) yang agregatif membuat pembelaan yang besar terhadap sektor keuangan. Pembentukan opini menjadi lebih penting ketimbang prioritas pengembangan sektor riil. Pertarungan kongsi-kongsi besar baik sektor politik maupun ekonomi seperti bola salju yang menggelinding dan semakin membesar mengakuisisi bola-bola kecil menggilas parit-parit rapuh.
Kita analogikan dari awal saat penduduk negara-negara berkembang dalam kemiskinan dimana banyak yang tidak mampu mencukupi kebutuhan dasarnya, sampai saat MCSs datang dan berinvestasi menciptakan lapangan pekerjaan. Jalan rusak dan berdebu kemudian di aspal membuka trayek angkutan baru, gaya berpakaian menjadi modis dan budaya konsumerisme berkembang membentuk pola hidup baru yang dianggap lebih mapan dengan mengantongi handphone dan memulai kreditan motor. Berarti terdapat peningkatan yang lumayan berarti dalam kehidupan ini.
Lantas apa yang kemudian diperjuangkan sebagai wujud reaksi kedatangan kapitalisme global di negara kita? Faktor turunan yang buruk banyak terjadi atas hal tersebut, misalnya penguasaan lahan yang tidak selayaknya seperti kasus pemanfaatan Taman Nasional Lore Lindu, atau hak-hak buruh yang dieliminir seperti gaji ataupun kompensasi lainnya, pemeliharaan persaingan tidak sehat seperti perijinan tak layak perusahaan-perusahaan retail besar yang notabene dapat mematikan pengusaha kecil. Control & balancing sangat dibutuhkan baik dari pihak pemerintah, pengusaha dan rakyat sendiri.